KESEHATAN PENDENGARAN

Pentingnya Kesehatan Telinga dan Pendengaran

 Capture

Kesehatan telinga dan pendengaran merupakan hal penting, namun seringkali dilupakan atau kurang disadari masyarakat. Padahal gangguan kesehatan telinga dan pendengaran dapat menyebabkan gangguan pendengaran dan ketulian yang saat ini merupakan masalah global karena mengenai 10% populasi dunia. Gangguan pendengaran berdampak berat secara sosial, ekonomi, mengganggu proses edukasi, sulit mencari pekerjaan sehingga meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan serta gangguan fungsi sosial individu dalam masyarakat. Yang dimaksud dengan fungsi sosial individu antara lain adalah secara tidak sengaja terjadi pengucilan terhadap penderita ketulian oleh masyarakat akibat komunikasi yang tidak nyambung.

Yang paling celaka adalah bayi lahir tuli. Anak belajar bicara karena meniru apa yang didengarnya, jika tidak ada yang didengar karena tuli, anak tidak bisa bicara, tidak bisa berkomunikasi atau terganggu, tidak bisa belajar akhirnya menjadi anggota masyarkat yang tidak mandiri, memerlukan bantuan atau menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara.

Deteksi bayi tuli ini harus sesegera mungkin, seharusnya saat lahir (bayi umur 2-3 hari) sudah diketahui karena penanganan harus dilakukan dalam umur 6 bulan pertama, agar anak dapat bicara normal.

Pemeriksaan sebetulnya mudah, dilakukan dengan alat sederhana yaitu alat OAE (Oto Acoustic Emmission), dapat dilakukan oleh perawat atau bidan. Sayangnya pemeriksaan deteksi dini ini belum disadari oleh para dokter sendiri atau pemerintah sehingga sampai saat ini baru ada beberapa rumah sakit yang mempunyai alat ini dan melakukan deteksi ketulian pada bayi lahir. Dianjurkan ibu-ibu yang akan melahirkan memilih rumah sakit yang sudah menyediakan alat OAE ini sehingga saat bayi lahir ibu sudah mengetahui jika ada ketulian dan segera mendapatkan pertolongan bagi bayinya.

Capture.JPG

Dari WHO Multicenter Study tahun 1998, Indonesia menduduki nomer 4 (4,6%) setelah Sri Lanka (8,8%), Myanmar (8,4%) dan India (6,3%). Data di Indonesia berdasarkan Survei Kesehatan Indera Penglihatan dan Pendengaran tahun 1994-1996, didapati bahwa : Morbiditas penyakit telinga adalah 18.5 %,  dengan prevalensi gangguan pendengaran 16,8 % dan ketulian 0,4.%, paling tinggi pada kelompok usia sekolah (7-18 tahun). Penyakit infeksi penyebab ketulian yaitu OMSK (congek) 3,1% (sekitar 6 juta), Tuli pada orang tua (2,6%), Tuli sejak lahir (0,1%). Bayi lahir tuli diperkirakan berkisar 0,1-0,2% dan dengan angka kelahiran di Indonesia sekitar 2,6%, maka setiap tahunnya akan ada 5.200 bayi tuli di Indonesia.

Data studi di berbagai sekolah dasar di Indonesia (Jakarta, Tanggerang, Bekasi, Krawang, Surabaya, Semarang, Medan dll), ternyata angka serumen (kotoran telinga) dan OMSK (congek) cukup tinggi, serumen didapati sekitar 50% anak SD. Umumnya congek terjadi karena tingginya infeksi saluran pernafas atas (ISPA) dan gizi buruk akibat kemiskinan.

cara apa sajakah yang perlu kita lakukan, tuk menjaga pendengaran kita tetap baik?. Berikut ini ulasannya :

Jangan Mendengarkan Musik Terlalu Keras
Kamu mungkin tidak menyadari hal tersebut, namun faktanya ternyata dengan mendengarkan musik yang terlalu keras, dapat berisiko merusak pendengaran kita secara permanen. Orang kebanyakan memiliki kecenderungan, untuk menaikan volume suara musik yang mereka dengarkan, terutama ketika mereka menggunakan earphone. Dan itu dapat berdampak buruk pada kesehatan pendengaran.
Jadi jika kamu ingin menjaga kesehatan pendengaranmu, sebaiknya kamu selalu menyetel volume suara yang rendah, ketika mendengarkan musik kesukaanmu. Karena jika tidak, bersiaplah untuk menghadapi kenyataan bahwa di usia lima puluhan kelah, kamu sudah mulai kehilangan kemampuan pendengaranmu.
Mewaspadai Tekanan Darah Tinggi Dan Tinggi Gula Darah
Ditemukan fakta bahwa mereka yang menderita tekanan darah tinggi, tinggi gula darah, kolesterol tinggi, serta kondisi kronis lainnya, memiliki risiko yang cukup tinggi kehilangan kemampuan pendengarannya. Jadi menjaga kondisi-kondisi tersebut di bawah kendali, merupakan salah satu cara paling tepat, guna melindungi indera pendengaran kita.
Membersihkan Kotoran Telinga
 
Kotoran telinga dapat menyebabkan kita kehilangan kemampuan mendengar. Apabila, kotoran sudah terlalu menumpuk di dalam telinga kita, maka harus dibersihkan dengan bantuan orang yang ahli. Jangn coba-coba membersihkan telinga, menggunakan benda seperti pensil atau penjepit. Karena hal tersebut, hanya akan meningkatkan risiko pecahnya gendang telinga, yang berakhir pada munculnya beragam kerusakan telinga.
Menghindari Lingkungan-Lingkungan Yang Bising
 
Suara-suara yang dihasilkan oleh lingkungan tertentu, juga dapat menjadi penyebab, hilangnya kemampuan pendengaran kita. Bahkan suara dari mixer, pengering rambut, coffe grinder, daln lain sebagainya bila kita dengarkan setiap hari, juga secara perlahan dapat menyebabkan, gangguan pada indera pendengaran kita. Jadi pastikan kamu melindungi telingamu, menggunakan penyumbat telinga, saat menggunakan barang-barang tersebut.
Capture
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: