3 Gangguan Telinga dan Solusinya

Pernahkan Anda mengalami ini; sulit menangkap pembicaraan di antara keramaian, harus menambah volume suara televisi sampai orang lain mengeluh suaranya terlalu keras, Anda menolak undangan pesta karena sulit ngobrol di lingkungan pesta yang ingar bingar, tidak dapat menikmati musik favorit tanpa voulume suara yang membuat telinga orang lain pekak.

Kali lain mungkin Anda sering terganggu oleh suara dengung dari dalam telinga Anda. Atau, Anda mengalami infeksi telinga.  Kenali beberapa  gangguan telinga, dan atasi segera.

kebersihan-telinga-1140x639.jpg

Pendengaran berkurang

Berkurangnya fungsi pendengaran, bila tidak disertai gangguan atau penyakit, biasa terjadi berkaitan dengan faktor pertambahan usia. Ketika saraf pendengaran mulai melemah, kemampuan mendengarpun berkurang. Namun ada sebab lain, yakni:
• Penyakit Meniere, yang belum diketahui penyebabnya. Biasa terjadi pada seseorang berusia 30–50 tahun. Gejalanya pendengaran berkurang, vertigo, telinga berdengung, dan pusing. Berkurangnya pendengaran kadang-kadang terjadi, kadang-kadang hilang, tetapi ada juga yang menetap. Penanganan penyakit ini dilakukan oleh dokter dan ahli audiologi.
• Penyakit autoimun di telinga. Terjadinya tiba-tiba, sangat cepat, dramatis dan harus segera ditangani. Dengan penanganan tepat dan segera, kehilangan pendengaran bisa dikurangi.
Exostoses, yaitu tumbuhnya tulang di saluran telinga yang dapat mengganggu pendengaran. Biasanya diatasi dengan cara bedah untuk menghilangkan tulang.
• Cedera kepala, misalnya benturan yang keras pada kepala yang mengakibatkan perubahan struktur pada telinga tengah. Kenakan helm saat Anda hendak bersepeda, untuk menghindari benturan di kepala bila Anda jatuh.

Telinga berdengung

Mungkin Anda masih percaya mitos bahwa telinga berdengung pertanda ada orang yang ngomongin Anda. Tinggalkan mitos itu. Telinga berdengung atau tinnitus merupakan gangguan pada telinga berupa dengung atau desir yang bersumber dari dalam telinga atau kepala. Beberapa orang sangat peka terhadap bunyi-bunyi dari dalam dirinya, sebagian lagi tidak karena terganggu oleh suara lain dari luar. Tinnitus dapat disebabkan oleh cairan telinga atau gangguan di dalam telinga. Namun penyebab paling umum dari tinnitus ini adalah kerusakan pada ujung-ujung mikroskopik dari saraf pendengaran di telinga bagian dalam. Usia lanjut, merupakan penyebab kerusakan ujung-ujung mikroskopik saraf pendengaran. Selain faktor usia, suara yang sangat keras seperti letusan senjata atau ledakan bom bisa menjadi penyebab. Penyebab lainnya antara lain cedera kepala atau leher, perubahan struktur tulang di telinga, dan gangguan persendian di tiap sisi kepala.

Untuk mengatasi gangguan tinnitus ini diperlukan tes pendengaran untuk menentukan penanganannya. Setelah dilakukan tes dan ditemukan penyebabnya, biasanya dokter akan memberikan perawatan, meski sebenarnya tidak ada perawatan khusus untuk tinnitus. Tinnitus biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Untuk mencegahnya, hindari suara yang sangat keras, dan berhati-hatilah ketika membersihkan telinga. Membersihkan telinga hingga mengiritasi gendang telinga, dapat memicu tinnitus. Hindari benturan pada kepala dan leher.

Infeksi telinga
Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Ada dua macam infeksi telinga yang dapat dialami oleh orang dewasa, yakni:
• Infeksi telinga luar, lazim dialami para perenang, atau Anda yang sering melakukan olah raga ini. Infeksi telinga luar sangat menyakitkan, disebabkan oleh air kolam renang yang kotor terperangkap di dalam telinga. Infeksi telinga luar ini paling sering dialami oleh orang dewasa.
• Infeksi telinga tengah. Penyebab infeksi ini adalah bakteri atau virus, yang biasanya terjadi  karena flu, alergi, atau penyebaran infeksi telinga tengah.
Gejala infeksi telinga adalah; terasa gatal di dalam telinga, pendengaran terganggu, sakit di bagian dalam telinga, pusing, demam hingga pendengaran berkurang. Infeksi telinga pada orang dewasa biasanya diobati dengan antibiotik.

Untuk mencegah infeksi telinga dapat dilakukan:
• Jaga telinga tetap bersih dan kering.
• Jaga agar telinga tidak kemasukan air saat berenang.
• Gunakan penyumbat telinga saat berenang.
• Cuci tangan sebelum membersihkan telinga.
• Hindari menggaruk bagian dalam telinga dengan kuku jari.
• Jangan gunakan cotton bud untuk mengeluarkan kotoran telinga, karena kotoran akan terdorong masuk ke dalam.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: